Tampilkan postingan dengan label Mutiara Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Setangkai mawar cinta



SETANGKAI MAWAR CINTA
al-Imaam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahulloh
Jika orang lain merasa cukup dengan dunia, maka hendaknya engkau merasa cukup dengan Allah. Jika mereka berbangga dengan dunia, maka berbanggalah engkau dengan Allah. Jika mereka merasa tenang dengan orang-orang yang mereka cintai, maka jadikanlah ketenanganmu dengan Allah. Jika mereka berusaha mengenal dan mendekati raja-raja dan para pembesar mereka untuk meraih kemuliaan dan derajat yang tinggi, maka usahakanlah mengenal dan mencintai Allah niscaya engkau mendapatkan puncak kemuliaan dan derajat yang tinggi.
Sebagian orang yang zuhud berkata:
“Aku tidak pernah mengetahui ada seorang yang mendengar tentang surga dan neraka kemudian waktu yang dia miliki tidak dia gunakan untuk mentaati AllAh, berdzikir, sholat, membaca al-Qur’an atau berbuat baik.”
Lalu seorang lelaki berkata kepadanya:
“Sesungguhnya aku banyak menangis.”
Orang zuhud tadi berkata:
“Sesungguhnya jika engkau tertawa sedangkan engkau mengakui kesalahanmu, maka hal itu lebih baik dari pada engkau menangis namun engkau mengungkit-ungkit amalanmu. Karena orang yang suka mengungkit amalannya, maka amalannya tidak akan naik melampaui kepalanya.”
Maka lelaki tadi berkata:
“Berikanlah aku nasihat.”
Orang zuhud itu berkata:
“Tinggalkanlah dunia untuk ahli dunia, sebagaimana mereka meninggalkan akhirat untuk ahli akhirat. Jadilah engkau di dunia ini seperti lebah, jika engkau makan, engkau makan sesuatu yang baik, jika engkau memberi makan, engkau memberi makan sesuatu yang baik dan jika engkau jatuh di suatu tempat, engkau tidak akan merusak dan merobeknya.
sumber : Diterjemahkan dari kitab “al-Fawaaid” karya al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahulloh, cetakan Daarul ‘Aqiidah halaman 113.

Terbanglah Setinggi Mungkin

Fikiran tidak akan tumpul, lidah tidak akan diam,
dan anggota tubuh senantiasa bergerak,
tidak pernah diam. Jika kita tidak menyibukkan diri dengan pekara besar,
maka ia akan disibukkan dengan perkara kecil.
Jika tidak mempergunakanya untuk kebaikan, Maka ia akan dipergunakan untuk kejahatan. Sebagian jiwa cenderung kearah perkara yang enak dan mudah, Tidak suka kepada kesulitan dan kesukaran. Hendaklah kita mengangkat diri semampu mungkin kepada perkara bermanfaat yang sukar itu. Latih dan biasakan ia dengan perkara yang idak kita sukai, namun itulah sesungguhnya yang terbaik,
sehingga membiasakan diri kepada perkara-perkara besar, dan senantiasa berusaha kearah ketinggian. Sehingga lari dari setiap perkara rendah dan merasa jijik terhadap setiap perkara remeh. Ajarkan diri untuk senantiasa terbang setinggi mungkin Hingga ia bencikan kerendahan, Kenalkanlah ia dengan kemuliaan, sehingga ia lari dari kehinaan. Rasakan ia dengan kelezatan rohani yang agung, Sehingga ia memandang rendah kepada kelezatan anggota tubuh yang hina
penuh dengan kesia-siaan.”

Cerdas Dalam Memilih Teman

Nasihat Luqman Al-Hakim
Wahai anakku, barang siapa berteman
dengan seorang yang buruk perilakunya,
niscaya ia akan terpengaruh.
Temanilah orang-orang yang mulia dan jauhilah
orang-orang yang rendah budi,
karena jika engkau berteman dengan orang yang
mempunyai jiwa dan derajat yang mulia,
maka ia akan menguntungkan dirimu,
dan jika engkau berteman dengan orang
yang rendah budi, jelas ia akan menghinakanmu
dan akan meninggalkanmu disaat ia
tak lagi membutuhkanmu.”

Bergaul! boleh gaul, asal jangan lebur, gaul yok ngegaul asal nggak hancur, sah-sah aja kalo mo jadi anak gaul, asal ngga sering-sering lembur, jalan sampe larut malam, sampe lupa waktu pulang, semua jadi kebablasan, jadi penyesalan semua uda kejadian, tinggal diem mikirin nasip masa depan. Penyesalan oh penyesalan, kenapa engkau datang sering kesiangan, alias terlambat setelah semua terlakukan, yang ada hanya sebuah puing-puing kekesalan, fiuh apa jadinya masa depan. We are Different, jadilah pembeda diantara pembeda, bukan untuk membeda-bedakan, berbaur pada siapa aja untuk mewarnai mereka dengan semangat dan perubahan baru kita, bukan justru kita yang malah terwarnai oleh mereka. Jadilah diri kita apa adanya, komitment serta sikap ketegasan sangat diperlukan dalam keberanian kita mengatakan TIDAK secara jelas dan tegas, Tidak dalam hal-hal yang akan merugikan diri kita maupun orang lain tentunya, pilihan dalam menilai siapa yang akan menjadi teman kita amatlah perlu, karena pengalaman telah membuktikan, bahwa sebagian besar warna jiwa kita telah dibentuk oleh lingkungan, mari bersama kita renungkan ilustrasi berikut.

Siapakah Teman Kita
Ada dua helai kulit kambing. Yang satu berteman dengan Al-Qur’an, dan yang satunya lagi berteman dengan kayu. Kulit kambing yang berteman dengan Al-Qur’an ia akan menjadi pembungkus Al-Qur’an, ia mengalami nasip yang begitu baik. Ia tidak mungkin diinjak-injak orang lain atau pun diletakkan pada tempat yang kotor apa lagi terkena najis, karena ia senantiaa dibaca, bahkan banyak orang yang suka mencium sebelum mengeluarkan kitab Al-Qur’an yang dibungkus itu.
Berbeda pula dengan nasip yang dialami oleh kulit kambing yang berteman dengan kayu. Dan sepertinya tak ada yang akan semalang nasipnya. Setiap hari paling sedikitnya lima kali, ia dipukul orang dengan sekuat tenaga, lantaran ia dipergunakan sebagai beduk pemukul kasur dan yang lainnya.
Pesan dari kedua wacana tersebut yaitu mengisyaratkan kita untuk lihai, cerdik nan cerdas dalam memilih teman, janganlah penjahat tuk kita jadikan sebagai kawan, atau ahli ghibah dan fitnah dijadikan teman serumah, tapi jadikanlah ulama sebagai perioritas teman yang utama, bukankah jika kita berdekatan dengan asap kita akan berbau asap dan apa bila berdekatan dengan penjual minyak wangi maka kitapun akan kecipratan wanginya.
Namun apa bila kita tidak memungkinkan untuk menghindar dari lingkungan tersebut, alias buruk, maka pandai-pandailah kita membentengi diri, seperti ikan laut. Ia begitu cerdasnya membentengi diri, sehingga meskipun ia hidup bertahun-tahun di lingkungan yang asin, tetapi selama hayat masih dikandung badan (alias masih hidup), maka pantang baginya tuk menjadi ikan asin.

Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu :Nabi-nabi, para shadiqin, orang-orang saleh.
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(QS. An-Nisa :69)

Cantik Yang Sebenar-benarnya Cantik

Untuk bibir menawan, ucapkanlah kata-kata yang penuh dengan kebaikan, Untuk mendapatkan mata yang indah, lihatlah kebaikan pada setiap orang yang kita jumpai.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan dan membutuhkan.
Untuk mendapatkan rambut yang indah, gunakanlah jillbab sesuai syariah, Untuk mendapatkan tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala pengetahuan dan agama.

Selalu berbaik dan tak pernah mengecilkan orang lain dari hati, disaat orang lain membutuhkan pertolongan, ringan tangan mengulur, dengan bertambahnya usia, masihkah syukur tersisa tatkala tangan dan anggota tubuh lainnya sempurna tanpa cacat dan luka, dua tangan kita yang satunya untuk menolong diri sendiri dan satunya tuk menolong orang lain. Kecantikan wanita bukanlah dari pakaiaan yang ia kenakan, bukan pada bentuk tubuh serta wajah yang rupawan, kecantikan wanita terdapat pada mata, yang ia pergunakan untuk memandang dunia, karena dimatanya terletak gerbang tuk menuju kesetiap hati manusia yang ia temui dengan kasih dan cinta, dimana cinta dan kasih itu dapat senantiasa berkembang dengan nya.
Kecantikan wanita bukan terlihat dari kehalusan wajah. Akan tetapi pada kecantikan yang murni, yang terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih mememberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.
Kecantikan tercermin dalam akhlak yang mulia dan budi pekerti yang terpuji, terlihat dalam tingah laku dan pembawaan setiap hari. Kemuliaan akhlak dapat dikenang dari bagai mana cara ia bergaul sesama insan, tutur kata yang penuh dengan kebermanfaatan, motivasi dan isi yang menginspirasi serta tau bagaimana seharusnya ia membawa diri.
Akhlak yang mulia jauh lebih penting bagi seorang wanita berbanding dengan kecantikan paras dan rupa, karena kecantikan akhlak akan kekal meskipun usianya telah melanjut tua. Sedangkan kecantikan wajah akan lenyap apabila tubuh telah ditelan usia, Bertanyalah wahai diri

"APAKAH KITA TELAH CANTIK YANG SEBENARNYA?”

Kepada-Mu Segala Pengharapan

Kita tidak pernah menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan,
satu tahun apalagi sepanjang usia kita?


Sholatku terkadang masih bolong-bolong, fikiran-fikiran buruk sering kali datang merasuk, hasad dengki dan sombong masih melekat. Berbohong dan dusta sering kali terlakukan dengan sengaja, sungguh begitu banyaknya khilaf hingga tak sanggup kusebut satu persatu, karena aku akan merasa takut mengetahui dosaku sendiri. Terlalu banyak, terlalu kotor, berat dan menggunung lantas aku harus bagai mana.
***

Allah berfirman dalam surah az-Zumar (53) “katakanlah : “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Indah sekali ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat berbau murka. Justru Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosanya. “siapakah yang paling menepati janji?”
Ketika Allah dengan Maha Kebesarannya menyatakan demikian, maka seperti onta yang sesat dijalan dan mungkin telah tenggelam didasar samudera, mengapa tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di “Kaki kebesaran-Nya” mengakui kesalahan dan memohon ampunan-Nya.

Siapa Kita

KITA

1. Kita bukannya pandai untuk mengatakan orang lain bodoh
2. Kita bukanlah kaya untuk mengatakan orang lain miskin
3. Kita bukanlah handsome untuk mengatakan bahwa orang lain tidak handsome
4. Kita bukanlah cantik untuk mengatakan orang lain tidak cantik
5. Kita bukanlah baik untuk mengatakan orang lain jahat
6. Kita bukanlah alim untuk mengatakan orang lain lupa sembahyang
7. Kita bukanlah kuat untuk mengatakan orang lain lemah
8. Kita bukanlah berani untuk mengatakan orang lain penakut

TAPI
1. kita adalah pandai jikalau kita sebarkan ilmu itu kepada orang lain
2. kita adalah kaya jikalau kita manfaatkan kekayaan kita kepada jalan kebaikan
3. kita adalah handsome jika kita tak meninggikan diri dan pandai menjaga diri
4. kita adalah cantik jikalau kita senantiasa memuji orang lain dan menjaga diri dengan hijab agar tak membuat orang lain jadi tergoda
5. kita adalah baik jikalau kita mengajak orang lain menuju arah kebaikan dan pebaikan, dan menjadikan diri sebagai contoh dan tauladan bagi orang lain.
6. kita adalah alim jikalau kita memperuntukkan sebagian rutin seharian kita kepada-Nya dengan seikhlas hati kita.
7. kita adalah kuat jika senantiasa membantu orang yang lemah
8. kita adalah berani jikalau kita sanggup menggadaikan nyawa untuk mempertahankan agama.
Kita bukanlah manusia yang hebat untuk mencaci dan mengutuk ciptaan-Nya. Dia Maha Mengetahui, setiap apa yang diciptakan-Nya mempunyai hikmah tersendiri.